"Dalam waktu dekat, La Sima akan berangkat ke Negara Swiss untuk menerbangkan Kaghati Kolope," kata La Lukari, Jumat (25/4/2025).
Untuk mengabadikan karya dan prestasi dua warganya itu, Lukari membangun tugu dan pembatas desa dengan menggunakan simbol Kaghati Kolope.
Baca Juga: Kemenparekraf Siap Promosikan Kaghati Kolope Muna di Luar Negeri
Kaghati Kolope merupakan layang-layang purba tertua di dunia yang dibuktikan dengan adanya gambar layang-layang purba yang ada pada dinding Gua Liangkabhori di Desa Wisata Liangkabhori, Kecamatan Lohia.
Kaghati Kolope dibuat dari daun kolope (umbi hutan) yang dikeringkan dan dianyam dengan bambu. Kerangka layangan terbuat dari bambu, lalu daun kolope yang telah dikeringkan dipotong ujungnya dijalin untuk menutupi rangka tersebut. Tali layangan dibuat dari serat nanas hutan yang dipintal. (C)
