Sedangkan kaum ibu dan remaja puteri, membuat kerajinan dari tanaman agel yang dianyam menjadi tikar dan keranjang. Di sisi lain, potensi kerang yang banyak tersebar di pinggir pantai oleh masyarakat desa wisata Namu, membuat hiasan dinding dan aksesoris sederhana yang menjadi oleh-oleh.

Desa Namu mempunyai potensi alam dan kearifan lokal yang luar biasa dan beragam. Menurut cerita dahulu, Desa Namu merupakan tempat mengungsinya seorang putera mahkota yang diasingkan oleh ibu tirinya, dikarenakan keberadaan putera mahkota mengancam saudara tirinya.  

Oleh para hulubalang, diperintahkan untuk mencari tempat mengungsikan putera mahkota. Maka ditemukanlah pulau Namu yang sekarang dikenal dengan nama desa wisata pantai Namu.

Pengunjung juga bisa mendirikan hammock karen suasana pantai yang sejuk untuk dinikmati. Foto: Instagram Ikbal_hutamah

 

Sehingga tak heran, jika wajah Desa Namu mengambarkan ketampanan dan kegagagahan seorang oangeran. Di mana suasana bersih dan teduh dan nyaman akan dijumpai ketika pertama kali berkunjung ke desa wisata Namu.