Wahana flying fox dengan pemandangan Gunung Mekongga di Desa Tinukari dapat memacu adrenalin. Foto: Tinukari_adventure

 

Kepala Desa Tinukari, Hasrawati mengatakan, awal mulai Desa Tinukari menjadi wisata, sekitar tahun 2019. Pihak pemerintah desa berinisiatif membeli perahu arung jeram dari dana desa untuk menjadi wahana yang menarik wisatawan.

Ia menjelaskan, ada paket wisata yang disediakan untuk wisatawan yang hendak berkunjung. Yaitu Rp 350.000 per perahu arung jeram yang dapat diisi oleh lima orang. Harga tersebut sudah termasuk tiket masuk desa, hingga disediakan snack dan minuman untuk menemani serunya wahana arung jeram.

Demi membangun perekonomian warga desa dan mengurangi sampah dari luar desa, Hasrawati mengatakan, ke depannya para wisatawan hanya boleh membeli makanan dan minuman dari dalam kawasan desa, dilarang membawa dari luar.

Ia bercerita, banyak orang dari luar daerah bahkan luar negeri yang berkunjung untuk sekadar berwisata,hingga meneliti flora di hutan sekitar gunung.