"Waktu belajar juga harus fleksibel, misalnya siswa cukup datang sekolah 2-3 seminggu dengan lama belajar 3-4 jam saja," ujarnya.
Huda juga meminta pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk memastikan prasyarat-prasyarat protokol benar-benar tersedia di sekolah. Mulai penyediaan protokol kesehatan hingga sarana sanitasi, seperti toilet dan tempat mencuci tangan.
"Kami berharap ada alokasi anggaran khusus untuk memastikan sarana penting tersebut tersedia sebelum sekolah benar-benar dibuka," pungkasnya.
Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengaku akan memperbolehkan sekolah tatap muka dalam masa pandemi mulai Januari 2021. (C)
Reporter: Rahmat Tunny
