Dengan melihat kondisi waktu yang tersisa, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Kolut ini pesimis proses pekerjaan pengaspalan tersebut dapat selesai tepat waktu.
"Kalau per harinya, kontraktor bekerja maksimal sampai 14 hari ke depan mungkin bisa kelar. Namun kalau kerjanya masih sama hari ini seperti pantauan teman-teman Komisi III DPRD Kolut, kemungkinan besar berat untuk kelar sampai batas waktu," jelasnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Komisi III bersama anggota akan menggelar rapat internal sebelum disampaikan ke pimpinan DPRD Kolut.
"Saya sebagai Ketua Komisi III yang memang membidangi pembangunan dan kesejahteraan rakyat akan melakukan rapat internal dulu, setelah itu kami akan laporkan temuan kami di lapangan ke pimpinan DPRD Kolaka Utara," pungkasnya.
Basman, Anggota Komisi III yang turut serta dalam monitoring tersebut mengatakan, proses pekerjaan pengaspalan di Jalan Poros Bangsalan - Ponggi, Kecamatan Porehu jauh lebih parah dibanding Jalan Totallang - Latawaro, Kecamatan Lambai.
