“Kalau pandemi masih terus berlangsung dan pendapatan juga enggak naik. Bisa aja mereka memikirkan apakah bergabung dengan media lain atau tutup, ini belum tahu,” ujar Jono.
Namun, menurut Jono, lesunya perekonomian tidak ujug-ujug membuat perusahaan media melakukan PHK pekerja media.
Baginya, dengan adanya Work From Home (WFH), justru dapat menekan biaya operasional media. Selain itu, Media Online harus membangun kolaborasi dengan media daerah dengan menggunakan metode iklan progamatik, yakni transaksi iklan yang berjalan secara otomatis berdasarkan rekam jejak dan dioptimasi dengan teknologi. Ini upaya untuk memperkuat ekosistem media.
“Isu PHK masih terlalu dini kalau dilakukan sekarang ini, karena masih banyak tahapan yang bisa dilakukan oleh berbagai media,” kata Jono.
Sementara Anggota AJI Jakarta, Luviana menyatakan, tidak ada jaminan perusahaan media tidak akan melakukan PHK pada saat sudah mendapatkan insentif.
