"Secara tegas kami katakan bahwa Pemprov ini membuat tatanan Kota Kendari menjadi Ibu Kota Provinsi menjadi tidak baik, karena kekumuan. Dan itu pembiaran, padahal MTQ itu adalah icon kita semua," ujarnya.
Baca juga: Soal Video Maba UHO, Ketua Jurusan Akui Ikut Buka Kegiatan
Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemprov agar merapikan atau menertibkan para penjual di kawasan MTQ.
"Misalnya dimasukkan kembali di dalam kawasan MTQ, agar tidak merusak tatanan keindahan Kota Kendari," katanya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD Kendari, La Yuli mengatakan, para pedagang tersebut harus ditertibkan guna menghindari parkir liar di badan jalan.
