KENDARI, TELISIK.ID - Proyek nasional pembangunan jembatan di Desa Rawua, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang menggunakan dana APBN miliaran rupiah menjadi sorotan Anggota DPRD Sultra.

Anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara, Ir.H. Muhammad Irfani Thalib mengaku sangat prihatin atas efek negatif dari pengerjaan proyek jembatan yang dikerjakan oleh PT. Rahmat Utama Mulia yang tak kunjung selesai itu.

Pasalnya, akibat terbengkalainya perkerjaan tersebut pasca diputuskan kontraknya oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional XXI Sultra, banyak warga yang terdampak negatif. Selain sangat mengganggu arus lalulintas, juga menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.

"Kita sangat prihatin terhadap efek negatif dari proyek jembatan tersebut, yang mengakibatkan terganggunya kepentingan banyak orang. Masyarakat jadi dirugikan," ungkap politisi PKS tersebut.

Menurut Irfani Thalib, seharusnya proyek tersebut ditender dengan menunjuk kontraktor yang profesional kerjanya, agar selesai tepat waktu serta meminimalisir kerugian masyarakat banyak.