Bila perlu, pemerintah kelurahan mengumumkan nama-nama tersebut di papan informasi setiap kelurahan dan desa agar warga tidak resah seperti saat ini.
"Jadi sampai saat ini, utamanya masyarakat Molagina sangat resah dengan kejadian ini. Masyarakat juga tau apakah dapat atau tidak. Ini semua tidak jelas di APBN dan Kemensos," tuturnya.
Baca juga: Pasien Positif COVID-19 di Kota Kendari Tembus 50 Kasus, Masyarakat Waspada
Tidak hanya Kelurahan Molagina, namun ia mengaku jika warga Kelurahan Masiri sempat mengadukan kejadian ini kepada dirinya. Pasalnya, hingga kini mereka belum juga mendapatkan bantuan itu. Lebih parah lagi pihak Dinas Sosial hanya bisa menyuruh para warga ini untuk menunggu saja. Namun hingga kini penantian itu tidak jelas.
"Sebagai wakil rakyat, saya akan mengawasi terus peristiwa ini," tegasnya.
