Lebih jauh dikatakan, pemimpin kelurahan di wilayah pengungsian Ambon itu seakan ada dua. Sebab terdapat indikasi mobilisasi massa yang dikerahkan untuk perkara ini. Padahal seharusnya, masalah itu bisa diselesaiakan pada tingkat kelurahan.
"Maksudku, suruh saja warga untuk datang temui saya di kantor supaya saya jelaskan semuanya. Kalau dia yang tangani tidak akan paham dengan hal ini," tambahnya.
Ia mengaku jika wakil rakyat tersebut pernah mengarahkan warga semacam demo ke Dinas Sosial untuk mempertanyakan hal ini. Padahal hal ini tidak perlu dilakukan mengingat perkara tersebut bisa diselesaikan di tingkat kelurahan.
Baca juga: 100 Pedangang di Dua Pasar Kendari Ikut Rapid Tes, Enam Orang Reaktif
"Sempat dia klarifikasi bahwa itu bukan demo, itu hanya aksi spontan. Tapi kan itu sudah menghadirkan banyak banyak masa," bebernya.
