Itu seolah menggambarkannya sebagai pemimpin "berbakti, pekerja keras" ketika negara itu berjuang untuk mengatasi krisis pangan dan tantangan lainnya.
“Pesan yang dikirim Pyongyang sangat jelas," ungkap seorang pembelot, Ahn Chan-il.
"Situasinya adalah bahwa Kim adalah seorang pemimpin yang bekerja sangat keras untuk rakyatnya bahkan sampai pada tingkat dia melewatkan makan dan mengakibatkan penurunan berat badan.”
Padahal banyak laporan muncul terkait krisis kelaparan di Korea Utara. Misalnya dari Pyongyang yang telah mendorong warga Korea Utara untuk makan daging angsa karena kekurangan makanan.
Di sisi lain, walau kondisi kesehatan Kim Jong-Un diperbicarakan, faktanya militer Korea Utara tengah melakukan sesuatu.
