BOMBANA, TELISIK.ID – Petani di Bombana seringkali menghindar ketika bertemu petugas penyuluh pertanian. Padahal Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan taraf hidup petani melalui program peningkatkan sumber daya ekspor dari hasil tani. Program itu berusaha diwujudkan melalui Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) kepada pemerintah daerah serta kepada para kelompok taninya.

Balai Pertanian Kelas ll Kendari, Sulawesi Tenggara, saat ini gencar memperkenalkan Kostratani yang merupakan wadah koodinasi oleh kelompok tani terpusat dari desa, kecamatan, kabupaten hingga ke tingkat pemerintah pusat. Justan Riduan Siahaan, Penanggung Jawab Kostratani Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara mengatakan, cepat atau lambat setiap kecamatan akan mempunyai Kostratani.

Baca Juga : 590 CASN Busel Gugur Passing Grade

“Kostratani ini adalah wadah koordinasi pada sektor pertanian. Selama ini masih sering terjadi petani lari ketika penyuluh tani datang. Hal itu bisa disebabkan karena penyuluhnya yang tidak bisa bekerja sebagai pembimbing petani atau petaninya yang tidak mengerti cara kerja penyuluh,” tuturnya saat ditemui usai mengukuhkan Pengurus Gapoktan AAS di salah satu Hotel di Rumbia, Bombana, Kamis (20/2/2020).

Melalui wadah koordinasi ini, lanjut Justan, petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) lebih berpeluang menciptakan potensi tani yang bersifat industri dengan melakukan penyuluhan berbasis teknologi.