"Padahal kalau di kawat lahannya baru lepas sapi, itu sapinya tidak minta makan, dia makan sendiri rumput kan," ujarnya.
Kendati demikian, selama ini pihaknya berpikir agar masyarakat bisa beternak sapi bali, menurutnya sapi bali itu adaptif atau dapat menyesuaikan terhadap alam.
Baca Juga: Jaga Kondusifitas Bombana, Warga Kedapatan Bawa Sajam Saat Kampanye Pilkades Bakal Ditindak
Tidak hanya sapi bali saja, ternyata menurut pengakuannya, sudah ada masyarakat di Butur yang memelihara sapi jenis simmental. Kata Yusuf, jika kemampuan adaptasi sapi jenis simmental itu sama dengan sapi bali, dia juga menginginkan masyarakat untuk beternak sapi simmental tersebut.
"Karena dia lebih mahal, lebih besar. Induknya saja itu harganya Rp 25 juta," jelas dia.
