"Demikian pula orang-orang kafir dari kalangan yang lainnya," ujar Ibnu Katsir dalam An-Nihaayah al-Fitan wal Malaahim. Hanya saja, menurut Sami bin Abdullah Al-Maghluts dalam bukunya Athlas Tarikh al-Anbiya' wa ar-Rasul (Atlas Sejarah Nabi dan Rasul), ada dua buah menara yang sangat mirip sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas.
Kedua menara itu adalah menara Masjid al-Umawi yang dibangun oleh al-Walid bin Abdul Malik (lihat Atlas Hadis karya Syauqi Abu Khalil) dan menara tembok Damaskus. Kedua tempat tersebut memiliki kemiripan yang diduga di sanalah Isa AS akan turun. Namun, sejumlah pendapat meyakini, menara yang dimaksud adalah menara Masjid al-Umawi.
Dikutip dari Republika.co.id, turunnya Nabi Isa AS di akhir zaman tercantum di dalam Al-Qur'an dan sunnah yang sahih, bahkan riwayat-riwayatnya mutawatir. Diriwayatkan lebih dari 25 sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
"(Ingatlah), ketika Allah berfirman: 'Wahai ‘Isa, Aku mewafatkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan.” (QS Ali Imran: 55)
