Pelaksanaan ujian secara online, demikian Frans Gero, memang tidak dipaksakan ke sekolah-sekolah. Semuanya bergantung pada kesiapan sekolah itu sendiri dalam menyiapkan sarana dan fasilitas juga kemampuan sumber daya para siswa.

Harapannya, tahun-tahun berikut makin banyak sekolah yang melakukan ujian berbasis teknologi digital.

Sementara itu Wakil Bupati Heri Ngabut mengatakan, pekerjaan yang dilakukan guru selama enam tahun bisa diketahui hasilnya dalam ujian. Karena itu, apapun model dalam pengerjaan ujian, hasilnya itu yang menentukan.

“Ujian ini tentu menentukan baik atau tidak sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya. Apresiasi untuk sekolah yang US-nya memanfaatkan modal teknologi digital,” katanya.

Sebelumnya, MIN 1 Manggarai pun ikut menyelenggarakan ujian sekolah secara online.