NGADA, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memanfaatkan potensi kayu bambu untuk menggerakan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut dilakukan dalam rangka tindak lanjut pengembangan tata kelola dan pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) bambu dan jasa lingkungan yang telah terbangun di Kabupaten Ngada. Selain itu mendorong pelaksanaan program pengembangan bambu yang terintegrasi.
Bupati Ngada, Andreas Paru mengarahkan pemerintah desa untuk memanfaatkan semua potensi desa untuk kepentingan rakyat. Ia juga berharap dana desa bisa digunakan untuk pengembangan potensi bambu.
Pemkab Ngada pun membangun kolaborasi dengan berbagai pihak baik kementerian/lembaga maupun swasta untuk mendukung pemanfaatan bambu dalam menggerakkan perekonomian. Dia menekankan agar tidak ada ego sektoral yang ditunjukkan dalam kerja-kerja kolaborasi itu.
"Bambu sering kali dibiarkan hidup begitu saja karena tidak dimanfaatkan dengan baik. Namun, berkat dukungan banyak pihak baik pemerintah maupun swasta, bambu menjadi komoditi non kayu yang sangat potensial dan memiliki nilai ekonomi," tutur Andreas, Minggu (6/3/2022), saat ditemui di Bajawa.
