KENDARI, TELISIK.ID - Namanya Yuni (52). Siang itu ia terlihat sedang duduk di pinggir jalan dengan wajah yang ditutupi kain. Karung berisi beberapa botol plastik dan tumpukkan kardus tergeletak di samping kiri kanannya.  

Dalam kesehariannya, wanita itu memulung mengumpulkan barang bekas apa saja yang bisa ditimbang.

Yuni tinggal bersama suaminya, Yosep (60) dan keempat anaknya, Susana, Agus, Hiknasius dan Yeni. Dua anaknya sudah menikah dan tinggal terpisah, sedang dua lainnya, ada yang baru saja menyelesaikan pendidikan SMA serta ada juga yang sedang menempuh pendidikan sekolah dasar.

Yuni bukanlah penduduk asli Kendari. Ia berasal dari Wawonii, tinggal bersama suami yang sering sakit-sakitan dan tidak mampu lagi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Menjadi pemulung bukanlah pekerjaan tetap Yuni. Ia hanya mengikuti beberapa tetangga dan hanya memulung untuk sementara waktu saja. Di kota orang Yuni menjadi seorang pemulung, padahal di kampung sendiri ia bisa menjadi pedagang yang mampu menganyam tikar sendiri.