KUPANG, TELISIK.ID - Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DKKPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai munculnya kasus DBD yang cukup tinggi merupakan akibat dari rendahnya partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD.
Selain itu juga koordinasi dan kolaborasi dengan lintas sektor sejauh ini belum berjalan baik. Sehingga kasus DBD masih terus terjadi di NTT, di mana data saat ini mencapai 208 kasus.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian penyakit Menular (P2PM) DKKPS NTT, Agusthina Rospita menerangkan, rendahnya partisipasi masyarakat menjadi penyebab DBD karena belum dilakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, sehingga kemunculan jentik-jentik nyamuk masih terus ada.
Di Kota Kupang sendiri kata dia, pemberantasannya belum terlalu masif, padahal kasusnya sudah mencapai 208 kasus.
Baca Juga: Pemkab Ende NTT Segera Buat Festival Budaya untuk Tarik Wisatawan
