"Kadang ditinju mobilnya (mobil pengguna jasa) kadang mau diambil kunci kontaknya," kata Armin.
Armin menceritakan, dirinya pernah melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap calo di pelabuhan. Pasca OTT, dirinya banyak menerima ancaman.
Baca Juga: Relawan dari Penjuru Indonesia Berdatangan Bantu Korban Erupsi Semeru
"Mau dihadang, mau dibunuh, tapi saya jalani saja. Tuhan Maha Kuasa," katanya.
Lanjut Armin, saat ini masih banyak preman berkedok calo berkeliaran di pelabuhan. Ia berharap dengan viralnya video pemukulan penumpang, pihak yang berwenang dapat melakukan langkah tegas.
