Baca Juga: Pertahankan Tanah dari Tambang PT SCM, Tiga Petani Routa Konawe Malah Dipenjara

“Meski tadi disampaikan hidup diterpa badai, masih tetap kita berdiri kokoh dan menyelamatkan anak-anak kami, 25 orang,” ujar Suruddin dalam sambutannya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya memang telah berakhir masa jabatannya sebagai Ketua STAI Wakatobi sejak 10 Januari 2026. Namun, ia menilai pergantian pimpinan kampus oleh yayasan dilakukan secara sepihak dan tidak sesuai prosedur.

“Kampus STAI itu adalah kami berakhir dan saya tidak pernah membantah bahwa tanggal 10 Januari berakhir untuk jabatan di STAI Wakatobi. Tapi lalu ada sekelompok yang ingin menguasai karena keserakahan, maka lalu kami dipecat sepihak,” kata Suruddin.

Suruddin juga mempersoalkan legalitas pimpinan baru STAI Wakatobi. Ia menilai ketua yang ditunjuk yayasan tidak memenuhi sejumlah syarat administratif dan akademik.