“Pelantikan ketua yang tidak memenuhi syarat,” ujarnya.
Selain itu, Suruddin mengklaim proses hukum terkait sengketa kepemimpinan kampus masih berjalan.
Ia menyebut tengah membangun kampus baru bernama Institut Agama Islam Kepulauan Tukang Besi atau IAI Tabea sebagai langkah menyelamatkan mahasiswa di Wakatobi.
“Saya hari ini sengaja pasang identitas sebagai Rektor Institut Agama Islam Kepulauan Tukang Besi. Ini bukan tidak beralasan,” ucapnya.
Ia mengaku pembentukan kampus baru merupakan saran dari Kopertais agar mahasiswa tetap memiliki kepastian pendidikan di tengah konflik internal STAI Wakatobi.
