Sebenarnya, Kesultanan Sulu memang mengklaim Sabah sebagai wilayahnya. Insiden bahkan sempat terjadi di 2013, di mana sembilan polisi dan tentara Malaysia serta enam warga sipil tewas dalam invasi yang dilakukan milisi Sulu mengepung wilayah Lahat Datu, yang diperebutkan.

Menelisik ke belakang, Sabah sebelumnya sempat diklaim merupakan milik Filipina melalui sejarah Kesultanan Sulu. Namun Malaysia tetap mendapatkan wilayah itu lantaran menggunakan basis argumen bahwa di tahun 1878 Spanyol telah membeli wilayah itu dari Kesultanan Sulu.

Pada 1888, wilayah itu kemudian resmi menjadi milik Inggris setelah Spanyol melepaskan Sabah dalam Protokol 1885. Saat kemerdekaan Malaysia, wilayah itu diserahkan Inggris menjadi milik Malaysia.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan kepada wartawan bahwa laporan invasi adalah "berita palsu." Juru bicara militer Filipina di Sulu, Letnan Jerrica Angela Manongdo, mengatakan bahwa laporan media "tidak memiliki dasar."

"Kami segera menyelidiki masalah ini ketika kami mengetahui laporan berita. Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, tidak ada hal seperti itu," katanya kepada Arab News.