“Jadi sekali lagi, optimistisme yang dibangun. Kalimat-kalimat positif yang bisa menaikkan imun,” katanya.
Baca juga: Jokowi Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Patimban di Jabar
Namun disayangkan, Dai yang juga disapa UAH ini melanjutkan, selama ini opini atau berita yang dibangun tentang COVID-19 ini kebanyakan adalah berita negatif, berita yang menyebar rasa ketakutan di masyarakat. Yang membuat banyak orang menjadi pesimis. Bukan hanya berita di Indonesia, di luar negeri pun sama.
Seharusnya, berita yang ditampilkan di publik adalah rasa optimisme, mengajak orang untuk bersikap optimis dalam menghadapi musibah. Dikuatkan bukan dilemahkan. Ustadz Adi pun sudah mengamati perkembangan isu-isu COVID-19 jauh-jauh hari dan bagaimana sikap para negara dalam menangani virus tersebut.
Misalnya bagaimana China menghadapi virus ini. Dalam buku laporan yang ia terima, UAH sudah membaca bagaimana upaya China menyelesaikan wabah ini dengan baik. Patut diapresiasi, China justru mengadopsi cara-cara yang dilakukan Nabi dalam konteks hubungan muamalah.
