“Mereka sudah mempraktekkan apa yang menjadi rujukan Nabi. Hanya saja bukan dalam konteks ibadah, tapi konteks muamalah baik dari sisi sosial, ekonomi dan sebagainya. Saat terjadi, saya baca bahwa pemerintah Tiongkok sudah mengumpulkan seluruh ahli medis dan herbal tuk berkumpul mengatasi,” imbuhnya.
Dari pertemuan itu, lanjut UAH, mereka mengumpulkan semua alternatif dan yang paling dahsyat bahwa yang diisyaratkan Nabi yang berlaku pada konteks muamalah.
Mereka riset apa yang dibutuhkan wabah ini, lalu mereka minta dari dunia luar bantuan APD dan sebagainya. Mereka tahu dari sisi ekonominya, mereka pun sudah menentukan untuk memanfaatkan kondisi seperti ini dari sisi ekonomi, mulai pengadaan APD sampai puncaknya yaitu membuat vaksin.
“Cara itu berhasil, China lebih siap dan bahkan sudah bisa membantu negara lain,” katanya.
Baca juga: Pimpinan DPR Soroti Normalisasi Hubungan UAE dan Bahrain dengan Israel
