"Hitung-hitungnya saya 10 tahun ke depan belum tentu ada pabrik smelter, karena ini perang kepentingan. Satu orang memiliki urusan dan kepentingan yang lain di dalamnya," urainya.
Wakil Ketua DPRD Kolaka Utara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ulfa Haeruddin, jauh-jauh hari telah menyampaikan hasil studi tirunya bersama anggota DPRD Kolaka Utara lainnya usai berkunjung di Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado, Sulawesi Utara, terkait potensi ekonomi kelapa dalam.
Kata dia, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mayoritas digerakkan pemuda di Sulawesi Utara, mulai memanfaatkan potensi kelapa dalam sebagai komoditas ekspor.
"Kelebihan kelapa dibanding komoditas perkebunan lainnya karena semua bagian, mulai dari buah sampai daun memiliki nilai ekonomi bahkan air kelapa pun memiliki nilai jual," ujarnya.
Ke depannya, pemerintah daerah sudah harus berpikir bagaimana mengembangkan komoditi-komoditi perkebunan lainnya tanpa harus berfokus pada satu komoditi.
