Saat satu kelas menggunakan ruang belajar sederhana berdinding calsiboard dan beratap seng, kelas lainnya harus belajar di para-para bambu maupun di bawah pohon.
Saat ini, SMK Fortuna Wakatobi memiliki 35 siswa yang berasal dari berbagai desa dengan latar belakang ekonomi berbeda. Meski demikian, sekolah tersebut tidak pernah memungut biaya dari siswa.
“Jumlah guru saat ini 13 orang dengan disiplin ilmu sesuai tuntutan kurikulum. Alhamdulillah sampai tahun ini sudah dua guru kejuruan yang mengikuti program pemagangan yang diselenggarakan oleh BPPMPV Bispar Jakarta tahun 2025 dan 2026,” jelas Jalimu.
Di tengah keterbatasan fasilitas, para siswa tetap mampu menorehkan prestasi di bidang akademik maupun olahraga, mulai tingkat kecamatan hingga provinsi.
“Siswa kami aktif mengikuti berbagai cabang olahraga dan seni, termasuk O2SN sampai menjadi finalis tingkat nasional. Sehingga pada tahun 2023 kami mendapatkan BOS Kinerja Prestasi,” katanya.
