Salah satu alumni SMK Fortuna Wakatobi, Suci, mengaku bangga pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut meski harus belajar dalam kondisi serba terbatas.
“Saya sangat bangga dan terharu karena meskipun kami belajar bergiliran bahkan di bawah pohon, kami tetap semangat belajar. Begitu juga guru-gurunya semangat mendidik kami dan memberikan ilmu,” tuturnya.
Menurut Suci, keterbatasan fasilitas tidak menghalangi sekolah memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang dan berprestasi.
“Yang paling berkesan meskipun fasilitas terbatas, sekolah tetap memberikan pendidikan terbaik untuk kami. Kami bisa mengikuti berbagai kegiatan maupun lomba di daerah maupun luar daerah,” katanya.
Ia juga mengaku pendidikan di sekolahnya memberi pengaruh besar dalam kehidupannya saat ini.
