Fatma mengatakan bahwa mereka tidak tinggal di gubuk tersebut dalam waktu yang sudah lama, melainkan baru setelah ayahnya meninggal dunia, tepatnya dua tahun lalu. Fatma juga menambahkan bahwa gubuk tersebut hanya digunakan sebagai tempat istirahat dan persinggahan saja.
"Gubuk hanya sebagai tempat istirahat saja. Sebelumnya kami punya rumah, dan baru beberapa hari kemarin dibongkar oleh Pak RT," jelas Fatma, Jumat (14/1/2022).
Baca Juga: Berikan Pelayanan Sosial Menyeluruh, LA Center Sultra Kukuhkan Pengurus
Rumah peninggalan almarhum Arifin sebelumnya sudah dibongkar oleh Ketua RT dan masyarakat setempat, untuk dibangunkan sebuah rumah yang layak huni.
Sebanyak Rp 30 juta berhasil dikumpulkan dari swadaya masyarakat, komunitas-komunitas relawan, dan pemerintah setempat, tepatnya Pemerintah Kota Kendari. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun rumah keluarga Arifin.
