"Berbanding terbalik dengan jumlah peningkatan hutan yang gundul dari hari ke hari sangat signifikan selama dua periode ia menjabat," ucap Hendra yang juga Presiden Mahasiswa IAIN Kendari.
Hendra mengaku ironis kabupaten yang cukup besar dengan SDA yang luar biasa tapi dinilai tidak mampu dikelola baik. Infastruktur yang kurang baik dan langganan bajir setiap musim hujan ini juga masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak tuntas diselesaikan oleh Ruksamin.
Ia juga menambahkan, dari segi pendidikan, Bupati Konawe Utara dinilai banyak memberikan janj. Hendra menambahkan, jumlah bantuan biaya kuliah (beasiswa) dari tahun ke tahun juga tidak ada kenaikan yakni sebesar Rp 1 juta per tahun.
Kini, di detik-detik akhir masa jabatannya, Bupati Konawe Utara hanya bersafari keliling Sulawesi Tenggara.
"Urgensinya apa. Pastinya selama kepemimpinan bupati sekarang warisan yang ia beri untuk bupati ke depan yakni hutan gundul, infastruktur yang tidak baik dan langganan bajir yang belum disudahi," cetusnya.
