Budi mengira, wisatawan tersebut hanya melihat-lihat saja. Ternyata tidak lama, turis tersebut menanyakan harga bendera yang dijualnya.

"Setelah mereka lihat-lihat, kemudian nanya harganya berapa. Wisatawannya menggunakan google translate untuk kita berkomunikasi," lanjutnya.

Budi mengungkapkan, dari ketiga turis yang membeli dagangannya. Ada satu yang bisa berbahasa Indonesia meskipun tidak lancar.

"Ada satu tadi, dikit-dikit bisa berbahasa Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa di Wakatobi, Dewan Pendidikan Sosialisasi Speaking English Area