Apa lagi kondisi saat ini pelabuhan penyeberangan Amolengo sangat dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Kami tiba duluan di sini dan sudah dua kapal yang diberangkatkan, tapi kami belum bisa masuk," katanya pada, Rabu (19/4/2023).
Sementara, pemudik yang memadati Pelabuhan Amolengo, bahkan mereka rela membayar calo yang harganya lebih mahal di banding harga tiket untuk menyeberang demi cepat masuk.
"Tapi memang kami merasa resah juga dengan calo-calo itu karena kami sudah gontok-gontokan, dan panas-panasan kemudian melihat orang yang tidak mengantre diloloskan begitu saja," keluhnya.
Salah seorang masyarakat Desa Pola, La Fahi mengatakan, banyaknya calo dikarenakan padatnya para pemudik yang melakukan antrean, hingga turun hujan pun tidak membuat mereka lelah untuk mengantre.
