"Saya sama kepala sekolah itu mengabdi sejak TK ini didirikan, kami yang merintis sekolah ini," tegasnya, Rabu (1/2/2023).

Ia menjelaskan terkait pemecatan dirinya itu karena saat pelaksanaan pilkades, pamannya maju sebagai calon kepala desa di Desa Tumbudadio.

"Biasanya kalau sepupu saya posting terkait pencalonan paman saya di FB itu dia tandai saya, mungkin dia pikir saya yang memposting itu," bebernya.

Sementara itu Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTK) Kolaka Timur, Yanti mengatakan, pihaknya akan menelusuri terkait pemecatan sepihak guru dan kepala sekolah di desa tersebut.

Ia mengaku sudah menyurat kepada DPRD Kolaka Timur untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait permasalahan tersebut.