"Ketika musim penghujan tiba, maka banjir lumpur dari bukit bekas galian mereka meluber masuk dan menggenangi lahan sagu kami, hasil produksi pun anjlok karena sebagian sagu sudah tidak produktif," urainya.

Nirwana dan petani lainnya, mengaku sudah sering menyampaikan aspirasi mereka ke DPRD dan DLH. Namun, hingga saat ini tuntutan ganti rugi belum disahuti pihak perusahaan.

"Kami sudah bosan, berharap solusi dari pemerintah daerah juga tidak ada. PT Kasmar Tiar Raya kebal hukum," imbuhnya. (A-Info)

Penulis: Muh Risal H

Editor: Kardin