Bahkan di hadapan tenaga kesehatan yang memeriksanya, peserta tersebut mengakui  dirinya mengalami buta warna.

Saat tes kesehatan berlangsung kata narasumber, calon anggota Bawaslu Bombana berinisial ZF, dalam sehari dua kali diperiksa terkait buta warna di hadapan petugas kesehatan. Hasilnya, tetap buta warna.

"Tidak lebih dari lima angka yang bisa disebut. Selebihnya tidak bisa dibaca. Bahkan di kertas yang diiisi setiap kali melalui tes kesehatan, di kolom bagian pemeriksaan buta warna dilingkari buta warna parsial," katanya.

Kata calon anggota Bawaslu ini, jika hasil pemeriksaan buta warna ini dibantah oleh ZF, Bawaslu Sulawesi Tenggara bisa meminta klarifikasi secara terbuka terkait penyakit yang dideritanya tersebut.

"Apalagi setelah pengumuman enam besar, masyarakat diberikan ruang untuk memberikan tanggapan atau klarifikasi terhadap nama-nama calon anggota Bawaslu yang masuk enam besar," katanya.