BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Walau sudah terpilih dan dilantik, gelombang demonstrasi dari elemen masyarakat terkait dugaan kecurangan seleksi terbuka Sekda Buton Selatan (Busel) terus berlangsung.
Memanfaatkan momen Festival Budaya Siosakabalaba di Busel, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam, Gerakan Masyarakat (Gema) Busel menggelar aksi unjukrasa. Mereka menuntut Gubernur Sultra, Ali Mazi, menindak lanjuti surat Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) pada 10 Februari 2022 lalu tentang evaluasi seleksi terbuka Sekda Busel.
“Kejanggalan dari selter ini, utamanya tidak transparan, dan peserta yang lolos administrasi kurang dari yang disyaratkan, yaitu empat,” ungkap seorang demonstran, Aliyamin, kepada Telisik.id.
Sayangnya, aksi itu tidak berlangsung lama menyusul beberapa orang diduga preman memaksa mereka untuk menghentikan aksi protes tersebut. Padahal menyuarakan pendapat di muka umum dijamin oleh konstitusi.
"Ini zaman reformasi. Gerakan yang dibangun dijamin oleh Undang-Undang. Mengapa kita harus diperhadapkan oleh preman," kesalnya.
