Menurut Anisa, salah satu mahasiswa UHO Kendari, sejatinya mahasiswa mempunyai tanggung jawab perubahan dan beban kepada kehidupan sosial, politik, lingkungan atau kebijakan yang harus direspon jika itu tidak memberikan dampak positif kepada masyarakat.
"Sekarang gerakan mahasiswa terlihat timbul tenggelam karena tidak seirama dalam melakukan konsolidasi dan aksi, sehingga dengan momentum sekarang mahasiswa harus kembali menjadi benteng pertahanan terakhir dalam masalah-masalah yang ada di daerah khususnya Sulawesi Tenggara," ujarnya.
Saya mengharapkan, agar para aktivis pergerakan mahasiswa hendaknya memikirkan konsep regenerasi kepemimpinan dan pergerakan ke depan, guna melanjutkan apa yang menjadi visi-misi menuju masyarakat adil dan makmur, ujar
Sementara itu, Kabid DPC GMNI Kendari, Risal mengungkapkan, seharusnya mahasiswa sebagai generasi muda harus terus melanjutkan apa yang menjadi agenda reformasi, serta menjadi ujung tombak pergerakan.
Selain itu, untuk memperkuat kepemimpinan gerakan mahasiswa, dibutuhkan organisasi dan kaderisasi yang matang untuk memperkuat daya analisis untuk melihat persoalan sekarang khususnya yang ada di Desa Torobulu, akibat aktivitas PT. WIN yang mengakibatkan masyarakat terdampak.
