Saat ditanya soal dugaan penyelewengan anggaran melalui via telponnya, pria bersuara serak ini sangat pelan dalam memberikan penjelasannya.

"Alhamdulilah, kami bekerja sama dengan TPK. Pun kalau memang terjadi kesalahan bukan hanya BPD saja yang melapor. Begitu diferivikasi kita punya laporan dan ada penyimpangan sudah pasti kita ditindaki. Pihak Inspektorat juga tidak mungkin membiarkan begitu saja temuan itu. Apalagi dana desa ini bukan hanya satu lembaga saja yang kawal. Tapi di dalam melibatkan aparat penegak hukum," jelasnya.

Ia juga membantah, jika dirinya tak melibatkan BPD dalam pembangunan dan pengelolaan Dana Desa di desa pemilik hutan pusat paru-paru dunia itu meski ketika itu anggota BPD tengah dalam masa peralihan dari anggota lama ke anggota yang baru terpilih.

"Kalau teman-teman yang yang notabenenya lawan politik kemarin yang melaporkan hal ini, itu wajar. Tapi semua itu tergantung lagi dengan pelaporannya," santainya.

Baca juga: Indonesia Menuju New Normal, PPP Minta Masjid Ikut Dibuka