Pukul 09.00 Wita, adik korban Anis menyusul di kebun dan melihat korban tengah mengumpulkan kayu untuk dibakar. Anis lalu mengajak korban pulang. Akan tetapi korban menolak dan memarahi serta melempar Anis menggunakan ranting kayu.
Sekitar pukul 17.00 Wita, ibu korban Wa Nuru mencari korban di rumah namun tidak ada. Kemudian ibunya menyuruh La Jima dan Anis pergi menyusul korban ke kebun. Keduanya menemukan seperti ada orang yang bakar diri dan pulang memberitahu pada ibunya.
"Setelah dicek, korban sudah meninggal dengan seluruh badan hangus terbakar," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, semasa hidup, korban tidak pernah berselisih paham dengan orang lain.
"Keterangan keluarga, korban pernah mencoba membakar diri karena stres," sebutnya.
