PT Vale dinilai berada pada posisi strategis sebagai produsen nikel dengan intensitas karbon relatif rendah. Hal ini didukung penggunaan energi terbarukan dari tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terintegrasi dalam operasional perusahaan.

Baca Juga: PT Vale Tanam Ratusan Pohon dan Bersihkan Pantai di Morowali, Tegaskan Komitmen Hijau Hari Bumi 2026

Fasilitas SLL ini mengacu pada Sustainability-Linked Financing Framework dengan indikator utama berupa penurunan emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Kedua indikator tersebut telah memperoleh penilaian strong dari lembaga independen, serta dinilai selaras dengan target global pembatasan kenaikan suhu sesuai Paris Agreement.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa fasilitas ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.