“Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, PT Vale berkomitmen menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon lebih rendah, sekaligus mendukung hilirisasi industri dan transisi energi global.
Dari sisi penggunaan dana, sekitar 50 persen akan dialokasikan untuk proyek IGP Pomalaa, 30 persen untuk IGP Morowali, dan 20 persen untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite pada 2026. Pendanaan pada 2027 akan difokuskan pada kelanjutan proyek serta pemenuhan hak partisipasi dalam proyek joint venture.
Selain mendukung ekspansi bisnis, PT Vale juga memastikan manfaat finansial dari skema ini berdampak langsung ke masyarakat. Insentif berbasis kinerja keberlanjutan akan disalurkan untuk program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, Harapman Kasan, menyebut pembiayaan berbasis keberlanjutan semakin relevan dalam transformasi industri.
