Kekalahan kandidat dengan dukungan banyak Parpol sudah terbukti pada Pilkada 2015 silam. Contohnya, ada 13 kandidat di Indonesia yang maju melalui jalur independen berhasil mengalahkan pasangan yang diusung Parpol. Kemudian, kasus Pilkada Makassar kandidat diusung Parpol yang melawan kotak kosong justru kalah.
Baca juga: Bawaslu Ingatkan Orang Tua Tak Libatkan Anak-anak dalam Kampanye
"Dukungan Parpol hanya legitimasi untuk bisa ikut Pilkada, sehingga usai pendaftaran di KPU, mesin partai banyak yang tidak jalan," ungkapnya.
Di Pilkada sendiri, bila dibanding dukungan Parpol, yang bisa memberi kontribusi positif justru kekuatan tokoh partai dalam mempengaruhi pemilih sehingga, menyebabkan banyak elit partai yang kadang tidak sejalan dengan keputusan DPP.
"Kunci utamanya adalah konsolidasi hingga di tingkat bawah dengan membawa pesan-pesan yang mudah dipahami dan diterima pemilih," ujarnya.
