“Kesedihan di awal adalah sukacita di akhir. Itulah sepak bola. Momen, momen yang tidak bisa dijelaskan,” kata Ronaldo dalam wawancara di lapangan setelah peluit akhir.
Ronaldo mengaku sempat menyesali kegagalan penaltinya di babak perpanjangan waktu yang bisa mengubah keadaan positif bagi timnya tanpa adu penalti.
“Tembakan langsung untuk memberi tim keunggulan. Saya tidak mengelolanya. Oblak melakukan penyelamatan yang bagus. Saya harus melihat penalti, saya tidak tahu apakah saya menembak dengan baik atau buruk. Tetapi saya tidak pernah gagal sepanjang tahun, dan ketika saya sangat membutuhkannya, Oblak menyelamatkannya,” tutur Ronaldo.
Saat tendangannya di babak adu penalti berhasil, Ronaldo serasa terlampiaskan atas kegagalannya di kesempatan perpanjangan waktu. Dia pun tak kuasa meluapkan kegembiraan usai eksekutor ketiga Bernardo Silva memastikan kemenangan Portugal.
“Saya pikir Portugal pantas mendapatkannya karena kami memiliki lebih banyak penguasaan. Slovenia menghabiskan hampir seluruh pertandingan dengan bertahan. Itu sangat sulit dan seluruh tim harus diberi selamat, terutama kiper kami (Diogo Costa) yang membuat tiga penyelamatan yang sangat bagus,” tambah Ronaldo.
