"Saya sudah bertemu sama adik saya Yanti. Dia sehat - sehat saja dan tidak sakit atau luka apa pun. Kenapa dia diberitakan luka dan dijadikan budak oleh keluargaku. Sungguh miris berita yang telah memfitnah keluargaku," ujarnya.
Dijelaskanya, Yanti sudah termakan pengaruh warga tempat dia tinggal selama pergi meninggalkan rumah. Dibujuk beberapa kali, Yanti tetap menolak untuk pulang. Bahkan, warga yang dirahasiakan namanya itu, menyuruh Yanti agar membuat laporan di polisi.
Hendra juga mengatakan, adiknya yang sudah dipengaruhi itu akan menempuh jalur hukum karena dijadikan alasan untuk memfitnah kelurga besarnya yang tidak sesuai dengan pemberitaan di media massa.
"Pertama, adik saya dituduh dianiaya karena masalah utang ayahku kepada bapak tome saya. Kedua, adik saya dituduh telah diperkosa oleh bapak tome saya. Ketiga, adik saya dijadikan budak di rumah bapak tome saya. Adik saya ditelantarkan di rumah bahkan tidak pernah dibawa jalan - jalan keluar. Inilah berita yang saya anggap fitnah, dan saya akan tempuh jalur hukum karena memfitnah keluarga saya," ungkap Hendra.
"Proses hukum tetap kami hormati. Tetapi tuduhan pencemaran nama baik keluarga besar kami akan saya serahkan kepada pihak yang berwajib. Oleh karena itu, pihak lain agar tidak ikut campur dalam masalah ini, apalagi kalau tak tahu masalahnya," tandasnya.
