Pemasaran di internet cenderung menembus berbagai rintangan, batas bangsa, dan tanpa aturan-aturan yang baku. Kesuksesan beberapa perusahaan start-up di tanah air menjadi penggerak utama popularitas bisnis start-up lainnya di Indonesia (Sudirman, dkk: 2023).  

Tingginya pengguna internet menjadi salah satu variabel pemantik maraknya Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang menerapkan bisnis digital. Badan Pusat Statistik mencatat pada tahun 2019 persentase penduduk berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet, Kota Kendari menempati urutan tertinggi dari Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar Kendari 72,08 (https://sultra.bps.go.id)

Data Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Mikro (UKM) Kota Kendari menunjukkan jumlah UMKM tahun 2019 yang terdapat di Kota Kendari tercatat sebanyak 18.000, mengalami kenaikan menjadi 22.000 pada masa pandemi COVID-19.

Tercatat peningkatan pada pelaku UMKM menjadi sebanyak 41.939. Jumlah UMKM tersebut baik yang didata Dinas Perdagangan maupun melalui Online Data Sistem (sultra.antaranews.com).

Salah satu pelaku usaha di Kota Kendari yang memanfaatkan platform digital dalam layanan bisnisnya adalah Pizza Umi. Dengan layanan berbasis digital yang terintegrasi aplikasi Gojek dan Grab serta mengoptimalkan media sosial (instagram, faceebok, marketplace), pelaku usaha lokal yang mengusung kuliner Italia ini telah mengalami perkembangan bisnis yang sangat signifikan dengan jumlah rerata pendapatan 40 sampai 50 juta dalam sepekan.