Menurut Day dan Wensley (1998) identifikasi distinctive competence dalam organisasi meliputi: a). Keahlian tenaga kerja. b). Kemampuan sumber daya. Kedua faktor tersebut menyebabkan perusahaan dapat unggul dibandingkan dengan pesaingnya. 2. Competitive advantage, yaitu keunggulan bersaing disebabkan pilihan strategi yang dilakukan perusahaan untuk merebut peluang pasar.
Jika perusahaan ingin meningkatkan usahanya dalam persaingan yang semakin ketat, perusahaan harus memiliki strategi. Porter (2011) menyatakan terdapat tiga strategi generik, yaitu: a). Strategi diferensiasi, yaitu strategi dengan tujuan membuat produk yang menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditujukan kepada konsumen yang tidak terlalu peduli dengan perubahan harga. b). Strategi keunggulan biaya rendah.
Keunggulan biaya menekankan pada pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen yang peka terhadap perubahan harga. c). Strategi fokus. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi keperluan sejumlah kelompok kecil konsumen.
Sementara itu, bisnis merupakan usaha komersial dalam dunia perdagangan (https://kbbi.kemdikbud.go.id). Menurut Griffin & Ebert (2013) sebagaimana yang dikutip oleh Sancoko (2015) menguraikan pengertian luas dari bisnis adalah semua aktivitas memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan pengertian sempit dari bisnis adalah organisasi yang menyediakan barang dan jasa yang bertujuan mendapat keuntungan.
Kuliner dapat diartikan sebagai suatu proses pembuatan makanan. Istilah ini bukan dari bahasa Indonesia melainkan bahasa Inggris, yaitu culinary, yang berarti teknik memasak, mempersiapkan, dan menyajikan makanan.
