Baca Juga: 9 Negara Terkecil di Dunia, Ada yang Bisa Dijelajahi Hanya Sehari

Bahkan Zatko dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNN baru-baru ini mengungkap bagaimana sistem keamanan Twitter sangat rapuh.

Kerapuhan itu terjadi karena membiarkan terlalu banyak karyawannya mengakses pusat kontrol serta sebagian besar informasi sensitif tanpa pengawasan yang memadai.

Zatko juga menuduh beberapa eksekutif senior perusahaan telah berusaha untuk menutupi kerentanan serius Twitter. Selain itu, ia juga menuduh satu atau lebih karyawan Twitter saat ini mungkin bekerja untuk dinas intelijen asing.

Selain itu, Zatko juga menuduh Twitter menyesatkan regulator dari Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) tentang masalah keamanan.