"Ada 12 orang yang naik pangkat, mereka membeli makanan dari luar. Makanan tersebut bukan dari kantor," ungkap salah satu staf BPSIP, Ali Kadri.
Kepala Puskesmas Puuwatu, Agustina, mengungkapkan, pihaknya menerima informasi adanya keracunan makanan yang melibatkan 35 orang dan pasien terus berdatangan secara berkala.
"Tadi ada laporan dari staf saya tentang keracunan makanan. Saya terkejut karena begitu banyak pasien yang masuk, ada 17 orang pertama kali dan kemudian bertambah lagi menjadi 18 orang dalam waktu beberapa menit. Mereka mengalami gejala yang sama, seperti mual, pusing, muntah, dan beberapa di antaranya sudah buang air besar," ungkapnya.
Pihak puskesmas segera melakukan tindakan awal dengan memberikan infus kepada pasien, juga memberikan obat anti mual serta anti muntah sebagai langkah pencegahan.
Baca Juga: Kuatkan Program Merdeka Belajar, Mahasiswa PPG Prajabatan Tanam Mangrove
