Tak tanggung-tanggung, mereka memborong produk kerajinan yang terdiri dari nentu, bosara, asbak, tempat tisu, tempat sendok dari kayu jati, tenun, jambu mete, olahan berbahan kelor, kampurui, tas dan sepatu berbahan tenun.

Kadis Koperasi dan UMKM Muna, Hajar Sosi, mengatakan bahwa sejak pameran dibuka pada 24 April 2025 lalu, stand Muna dipenuhi pengunjung. Mereka datang untuk membeli produk kerajinan yang harganya mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Baca Juga: Dikbud Muna Ingatkan Penerima Siswa Baru Disesuaikan Berdasarkan Daya Tampung Rombel

"Pembelinya pengunjung dari berbagai daerah," kata Hajar Sosi, Sabtu (26/4/2025).

Mantan Camat Loghia itu mengaku, saat ini stand pameran isinya nyaris habis terjual, dengan angka penjualan mencapai puluhan juta rupiah.