“Saat ini digelar di Kota Kendari. Ke depan akan terus berlanjut dan digilir di kabupaten/kota lainnya pada 2024 mendatang. Ini penting, agar siswa se-Sultra bisa saling mengenal satu sama lain,” jelasnya.

Gedung kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Telisik

 

Lebih jauh Yusmin menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan karakter sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia berkualitas.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembentukan karakter Pancasila yang tangguh di masa depan,” terangnya.

Sebagai tambahan, dikutip dari kemdikbud.go.id, fokus pendidikan yang dibangun dari Kurikulum Merdeka adalah meningkatkan hasil belajar dalam hal akademik dan karakter.