KENDARI, TELISIK.ID – Tawuran masih sering terjadi di kalangan pelajar Sulawesi Tenggara. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk dapat mencegah dan menurunkan angka tawuran pelajar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara punya tanggung jawab besar dalam memberantas tawuran maupun kekerasan di kalangan pelajar.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dikbud Sulawesi Tenggara, J H. Bawondes mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya tawuran. Dikbud Sulawesi Tenggara gencar mengkampanyekan anti tawuran dan mensosialisasikannya kepada seluruh SMA dan SMK yang ada di Bumi Anoa.

Dalam kampanye tersebut, Dikbud turut mengundang para kepala sekolah dan Ketua OSIS sebagai perwakilan sekolahnya untuk menandatangani deklarasi anti tawuran. Deklarasi anti tawuran juga melibatkan banyak sektor dalam pengawasannya, seperti Polri, TNI dan pemerintah daerah setempat.

Baca Juga: Dikbud Sulawesi Tenggara Lestarikan Kebudayaan Melalui Promosi Duta Museum